Fenomena Global yang Mulai Terasa hingga Kehidupan Masyarakat Kota Parepare

0 Comments


 El Niño Menguat, Parepare Harus Bersiap 

 Fenomena Global yang Mulai Terasa hingga Kehidupan Masyarakat Kota Parepare 


Fenomena El Niño kembali menjadi perhatian dunia. Fenomena yang ditandai dengan pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ini memengaruhi pola cuaca di berbagai negara, termasuk Indonesia. Dampaknya berupa musim kemarau yang lebih panjang, berkurangnya curah hujan, meningkatnya risiko kekeringan, krisis air bersih, hingga kebakaran.

Dalam Dialog Nasional "Memperkuat Respons Lintas Sektor dalam Menghadapi Dampak El Niño Kuat" yang diselenggarakan Kementerian PPN/Bappenas di Jakarta pada 4 Agustus 2026, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menegaskan bahwa El Niño berdampak pada berbagai sektor, mulai dari ketahanan pangan, sumber daya air, kesehatan, hingga aktivitas ekonomi. Menurutnya, dampak tersebut memerlukan kesiapsiagaan lintas sektor yang didukung informasi iklim yang akurat.

Dampak El Niño mulai dirasakan di Kota Parepare. Dalam keterangannya kepada detikSulsel pada 3 Agustus 2026, Direktur PAM Tirta Karajae Parepare, Abdul Azis, menyampaikan bahwa produksi air bersih yang biasanya mencapai 120–130 liter per detik diperkirakan turun menjadi sekitar 60–80 liter per detik akibat musim kemarau ekstrem. Penurunan ini mengganggu distribusi air bersih sehingga sebagian warga harus mencari sumber air alternatif, bahkan ada siswa yang diberitakan tidak bersekolah karena membantu keluarganya memperoleh air.

Musim kemarau juga meningkatkan kewaspadaan terhadap kebakaran. Pada 2 Agustus 2026, sebuah gudang penyimpanan di kawasan Perumnas, Parepare, hangus terbakar. Dalam pemberitaannya, RRI mengingatkan bahwa musim kemarau yang disertai angin kencang dapat mempercepat penyebaran api. Beberapa hari sebelumnya, dua rumah di Parepare juga terbakar dan Wali Kota Parepare turun langsung memberikan bantuan serta mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan.

Rangkaian peristiwa tersebut menunjukkan bahwa dampak El Niño tidak lagi sekadar isu global, tetapi mulai dirasakan hingga tingkat lokal. Meskipun El Niño bukan penyebab langsung setiap kebakaran, kondisi cuaca yang lebih panas dan kering dapat memperbesar risiko ketika terjadi pemicu kebakaran.

Oleh karena itu, masyarakat diharapkan menggunakan air secara bijak, menghindari pembakaran terbuka, memeriksa instalasi listrik secara berkala, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG. Dengan kesiapsiagaan pemerintah dan masyarakat, dampak El Niño dapat diminimalkan sehingga Parepare lebih siap menghadapi musim kemarau.

hipmiparekomunm

Kritik dan Saran.

0 Comments: